Kembali ke Blog

Cara Mengatasi Website 'Not Secure' di Chrome (Mudah & Cepat)

Seo

20 Juli 2026

6 min baca

Cara Mengatasi Website 'Not Secure' di Chrome (Mudah & Cepat)

Cara Mengatasi Website 'Not Secure' di Google Chrome (Panduan Lengkap & Mudah)

Pernahkah Anda membuka sebuah website bisnis dan mendadak disambut oleh teks berwarna merah bertuliskan "Not Secure" atau "Tidak Aman" di pojok kiri atas browser? Atau mungkin Anda mendapati peringatan besar berbunyi "Your connection is not private"?

Bagi seorang pemilik situs, momen ini tentu membuat panik. Muncul ketakutan bahwa sistem telah diretas atau disisipi program jahat. Faktanya, pada website dengan sistem kustom (non-WordPress), masalah ini umumnya bukan disebabkan oleh serangan siber aktif. Hal ini melainkan dipicu oleh masalah konfigurasi sertifikat keamanan atau SSL website yang belum terpasang dengan sempurna di sisi server hosting.

Secara singkat, cara tercepat mengatasi website 'Not Secure' adalah dengan memasang atau memperbarui sertifikat SSL melalui kontrol panel hosting (seperti cPanel), lalu memaksa pengalihan trafik dari HTTP ke HTTPS melalui file .htaccess.

Jika Anda ingin memperbaikinya sendiri tanpa perlu merombak total kode program, mari kita bedah penyebab dan langkah-langkah solusinya secara bertahap di bawah ini.

Mengapa Google Chrome Menampilkan Peringatan 'Not Secure'?

Google Chrome, beserta browser modern lainnya seperti Safari dan Mozilla Firefox, berkomitmen penuh untuk melindungi privasi pengguna internet. Mesin pencari secara tegas memberikan tanda "Not Secure" pada semua website yang dinilai tidak mengenkripsi jalur pertukaran datanya. Hal ini merupakan bagian mendasar dari kepatuhan standardisasi SEO technical yang wajib dipenuhi oleh pengembang web modern.

Ada tiga penyebab utama mengapa status tidak aman ini muncul:

  1. Website Belum Menggunakan SSL: Situs masih berjalan di jalur lama yaitu http:// bukan https://.

  2. Sertifikat SSL Kedaluwarsa: SSL sudah pernah dipasang, namun masa aktifnya telah habis dan server gagal memperbaruinya secara otomatis.

  3. Terjadi Mixed Content Error: Protokol enkripsi aktif di halaman utama, namun ada aset gambar atau skrip dokumen di halaman dalam yang tautan internalnya masih tertulis menggunakan kode http:// lama. Masalah internal ini sering kali menjadi pemicu tidak langsung mengapa performa website sepi pengunjung akibat turunnya rasa percaya publik.

Langkah Demi Langkah Mengatasi Website 'Not Secure'

Berikut adalah 3 langkah nyata dan praktis yang bisa dipraktikkan langsung pada layanan hosting dan file source code website kustom Anda sekarang juga.

Langkah 1: Cek dan Aktifkan SSL Gratis di cPanel Hosting

Sertifikat SSL (Secure Sockets Layer) bekerja dengan cara mengunci dan mengacak data penting—seperti kata sandi atau data formulir kontak—agar tidak bisa diintip orang lain saat dikirim lewat internet. Kabar baiknya, hampir semua penyedia hosting saat ini sudah memaketkan SSL gratis (biasanya dari Let’s Encrypt) di dalam layanan mereka.

Berikut cara mengaktifkan AutoSSL gratis di cPanel:

  1. Masuk ke akun cPanel hosting website Anda.

  2. Pada kolom pencarian di bagian atas, ketik "SSL/TLS Status" lalu klik menu tersebut.

  3. Anda akan diarahkan ke halaman yang berisi daftar seluruh domain dan subdomain Anda.

  4. Centang kotak kecil di sebelah nama domain utama Anda.

  5. Klik tombol "Run AutoSSL" yang berada di deretan tombol atas.

  6. Tunggu proses pemindaian server berkisar antara 5 hingga 10 menit.

Apabila proses ini berhasil, lingkaran di samping nama domain akan berubah menjadi ikon gembok berwarna hijau. Artinya, sertifikat keamanan dasar situs telah berhasil diperbarui dan aktif. Langkah perlindungan mendasar ini juga krusial untuk menghindari kerugian jangka panjang akibat website kena malware yang memanfaatkan celah enkripsi kosong.

Langkah 2: Paksa Website Menggunakan Jalur Aman HTTPS (.htaccess)

Sering kali, setelah AutoSSL sukses diaktifkan, status "Not Secure" tetap bertahan saat mengetik nama domain secara langsung di Chrome. Penyebabnya karena server hosting belum dipaksa untuk mengarahkan pengguna secara otomatis ke jalur aman. Ketika seseorang mengetik namadomain.com, browser secara otomatis masih mengantarkannya ke jalur non-SSL (http://).

Untuk mengatasinya, kita perlu membuat perintah otomatis (force redirect) melalui file konfigurasi server bernama .htaccess.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kembali ke halaman utama cPanel, kemudian cari dan buka menu File Manager.

  2. Masuk ke dalam folder utama situs bernama public_html.

  3. Temukan file bernama .htaccess. (Catatan: Jika file tidak terlihat, klik tombol "Settings" di pojok kanan atas layar Anda, lalu beri tanda centang pada pilihan "Show Hidden Files", kemudian simpan).

  4. Klik kanan pada file .htaccess, lalu pilih opsi Edit.

  5. Salin kode perintah di bawah ini, lalu tempel (paste) tepat di baris paling atas dokumen tersebut:

htaccess

RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTPS} off
RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]

  1. Klik tombol Save Changes di pojok kanan atas untuk menyimpan modifikasi.

Tips Keamanan: Sebelum mengedit file sistem ini, pastikan untuk mengunduh (download) salinan file .htaccess asli ke komputer sebagai cadangan jika terjadi kesalahan penulisan kode.

Langkah 3: Bersihkan "Mixed Content" pada Source Code atau Database

Apakah Anda mendapati halaman beranda sudah berstatus aman (ikon gembok terkunci), namun begitu berpindah ke halaman artikel atau portfolio, tanda "Not Secure" muncul kembali? Masalah spesifik ini dinamakan dengan Mixed Content.

Mixed Content dipicu karena halaman web sudah bermigrasi ke https://, tetapi tautan aset di dalam kode HTML kustom—seperti gambar (<img src="...">), tautan stylesheet (<link href="...">), atau skrip JavaScript—masih ditulis secara statis menggunakan alamat manual http://. Kondisi kelalaian kode semacam ini merupakan salah satu dari sekian banyak penyebab website lemot dan tidak optimal di mata robot perayap.

Karena website menggunakan sistem kustom (non-WordPress), masalah ini bisa dituntaskan dengan dua cara teknis berikut:

Opsi A: Menggunakan Meta Tag HTML (Cara Tercepat)

Anda bisa memaksa browser mengupgrade seluruh aset http menjadi https secara otomatis lewat browser pengunjung dengan menambahkan satu baris kode HTML pada bagian <head> di file template utama (misalnya header.php, index.html, atau file komponen header Anda).

Tempelkan kode ini di dalam elemen <head>:

html

<meta http-equiv="Content-Security-Policy" content="upgrade-insecure-requests">

Kode ini bertindak sebagai instruksi otomatis kepada browser untuk memperlakukan seluruh aset tidak aman (HTTP) sebagai aset aman (HTTPS) tanpa merusak struktur web.

Opsi B: Mengganti URL Database lewat phpMyAdmin

Jika konten web ditarik dari database (misal MySQL) dan teks tautannya tersimpan dengan format http://, lakukan Find and Replace langsung pada phpMyAdmin:

  1. Masuk ke cPanel > buka phpMyAdmin.

  2. Pilih database website yang bersangkutan.

  3. Klik menu SQL di baris atas, lalu jalankan perintah penggantian ini (sesuaikan nama tabel dan kolom Anda):

    sql

    UPDATE nama_tabel SET nama_kolom = REPLACE(nama_kolom, 'http://namadomain.com', 'https://namadomain.com');
    

Ringkasan Diagnosis Masalah Keamanan Web

Agar dapat mendeteksi sumber kendala dengan lebih cepat sebelum performa web makin menurun, Anda bisa merujuk pada tabel ringkasan solusi di bawah ini:

Kondisi yang Dialami

Kemungkinan Penyebab

Solusi Tercepat

Peringatan "Not Secure" merah muncul di semua halaman

Masa aktif SSL habis atau SSL belum diinstal

Masuk cPanel dan klik Run AutoSSL

Web baru berstatus aman jika diketik manual https://

Trafik kunjungan belum dialihkan secara otomatis

Tambahkan kode redirect pada file .htaccess

Hanya halaman artikel atau portfolio tertentu yang tidak aman

Tautan aset gambar/skrip internal masih memakai link HTTP lama

Tambahkan meta tag upgrade-insecure-requests di header HTML

Kesimpulan

Membiarkan sebuah website menyandang status "Not Secure" dalam waktu lama adalah langkah yang merugikan bagi citra usaha digital. Hal tersebut tidak hanya membuat calon pengunjung mengurungkan niat untuk menjelajah karena takut bocornya data pribadi, tetapi juga membuat mesin pencari sengaja menurunkan visibilitas web di halaman pencarian Google.

Setelah memastikan sertifikat keamanan terpasang dengan baik, pemilik situs disarankan untuk terus melakukan audit berkala, termasuk mempelajari panduan teknis mengenai cara meningkatkan kecepatan website agar performa serta konversi platform bisnis Anda tetap berada di level maksimal.

Chat via WhatsApp